part 1
Malam itu bulan bersinar dalam bentuk utuhnya, namun terlihat temaram. Memberi rasa sedih pada siapapun yang melihatnya. Aku tengah menatapnya saat itu, dan tanpa terasa kedua mataku mengalirkan air jatuh di kedua pipiku. Aku terkejut, menyekanya dan sesaat merasakan rasa sakit yg aneh di dadaku. Dan menyusul kemudian keinginan untuk bertemu, entah dengan siapa.
"nandila.. Kamu belum tidur nak?" wanita paruh baya yg selalu menemaniku masuk begitu saja ke dalam kamarku. Sekali lagi aku menyeka airmata dipipiku.
"tidak bisa tidur nek.. "
Wanita yg kupanggil nenek itu mendekat kearahku tapi berhenti tepat d depan jendela. "bulannya indah y sayang.." serunya.
"hmm.. Tapi terlihat menyedihkan.." jawabku dan sekali lagi sakit itu muncul dan terasa menyesakkan diiringi dg tetesan airmata. Segera aku menyeka sekali lg airmata itu. "ada apa nak? Kenapa kamu menangis?" tanyanya sambil duduk d sisi ranjang tempat tidurku.
Aku mendekatinya dan bersimpuh dihadapannya, seraya menaruh kepala ku dipangkuannya. Sementara airmata dan sakit itu terus mengalir dan membuatku sesak. "nek.. Apa nenek pernah merasa sangat merindukan seseorang, seseorang yg tidak pernah nenek pernah lihat sebelumnya..?" kalimat itu terucap begitu saja dari kedua bibirku.
Sekejap aku melihat ekspresi terkejut diwajah nenek namun berganti dengan senyum yang selalu membuatku tenang.
"mmm.. Sepertinya pernah.. Dulu sekali.."
"benarkah.. Lalu.." senyum hangat tadi seketika berubah menjadi senyum penuh misteri.
"nanti kau akan tahu sendiri jawabannya sayang.." jawab nenek sambil membelai lembut helai-helai rambutku, membawaku masuk perlahan ke alam mimpi, membawa serta rasa sakit dan rindu itu ke dalam dunia impian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar