Dia duduk didepanku, tersenyum. Kontras dengan sembab mata dan basah pipinya. Rangkaian kata terucap dari mulutnya, bercerita tentang kisahnya. Hilang gadis kecil yang kukenal dulu. Menjelma menjadi sosok wanita dengan kedewasaan dan kebijaksanaan. Berterima kasih pada waktu dan keadaan, dia telah tumbuh, melampaui ku. disetiap suaranya mengandung kesedihan, tak tertutupi walau dengan tawanya. Aku terdiam didepannya, tak bisa berkata. Dia tak butuh kata, dia tak butuh pelukan. Pendengar yg dia mau, dan aku berusaha memerankannya.
"Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas umatnya.." sekali lagi senyum itu tergambar. Bercampur aduk rasa dalam benakku, memaksaku untuk memberinya senyuman. "Semakin banyak cobaan yang diberikanNya, semakin sayang Dia dengan umatny.."ucapanku membuatnya tersenyum dan mengangguk, meng-iya-kan pendapatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar