Benar... Adalah dia yg tidak merasa bersalah
Lalu mengapa ada benar dan salah ketika semua itu hanyalah RASA
Rasa.. Menjadi pembeda manusia..
Rasa menjadi anugrah sekaligus musibah bagi makhluk yg tak tahu...
Dan sekali lagi, RASA.. Pemiliknya adalah manusia.. Bukan hewan.. Bukan iblis.. Bahkan bukan malaikat..
Saat standar menjadi pedoman..
Saat aturan berdiri ditengah salah dan benar..
Akan kah ada beda..
Dan ketika aturan terbentuk...
Ya tentu saja.. Aturan itu dibentuk..
Aturan itu buatan manusia..
Sudah kah rasa diperhitungkan..
Ataukah memang berdasar rasa....
Jadi mengapa hrs ada aturan ketika qt bisa menggunakan rasa.. Mengapa harus ada benar ketika itu hanyalah rasa...
Mengapa harus salah ketika semua itu bergantung rasa..
Dan apakah rasa menjadikan kita benar??
Dan apakah rasa membuat kita bersalah???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar