|
MEROKOK TERNYATA BERMANFAAT
|
Sedikit berat sebenarnya saya menulis
tentang topic ini, tapi yo weslah biar saya coba. Sekalian mengingatkan bahwa
Gusti Allah iku adil, sembarang kaler pasti enek apik e, mbasio to sitik-sitik.
Sekedar pemberitahuan bahwa tulisan ini bukan murni tulisan saya, ada beberapa copi
paste-an dari mbh google, cuman saya hanya mencoba untuk mengcroscheck ulang
dgn beberapa tulisan ilmiah lainnya, ben g dikiro mbujuk aq.
ROKOK satu kata yg selalu membuat orang
berbeda pendapat, pro dan kontra, seneng g seng, bahkan dalam kasus ekstrim sempat
ada yg mengharamkan, mungkin melihat mudhlorot (bener g iki tulisan e) nya. Tapi
ternyata, ada beberapa –banyak sebenarnya- manfaat dari rokok, bukan rokok
secara keseluruhan tapi bahan dasar dari rokok, yaitu nikotin dan tembakau. Secara
garis besar manfaat tersebut dapat dibagi dalam 2 lahan, lahan social dan lahan
medis.
Untuk
lahan social, rokok mempunyai manfaat tersendiri, mengingat betapa besarnya
beberapa pabrik rokok ternama dinegeri kita, sebagai contoh :
(1)
Rokok termasuk dalam salah satu komoditi ekspor (entah termasuk ranking berapa) sehingga
dpt menghasilkan devisa untuk Negara
(2)
Dan karena (pabrik) rokok pulalah banyak sekali
para mahasiswa yang tidak mampu berhasil lolos dan lulus mengenyam pendidikan
mereka, dengan beasiswa dari (pabrik)
rokok tersebut
(3)
Yg terakhir yg bisa saya temui dalam lahan ini,
manfaat rokok adalah meningkatnya
kesejahteraan (beberapa) atlet karena berbagai event yg sering digelar oleh
pabrik2 rokok tersebut, sehingga secara tidak langsung juga ikut ngerameni
dunia olahraga di negara ini.
Sedangkan,
untuk lahan medis ada beberapa fakta yg mencengangkan tentang efek mencegah
bahkan mengobati beberapa penyakit, yang bias diketemukan dalam bahan dasar
rokok, diantaranya :
|
(1)
Mengurangi
resiko timbulnya penyakit Parkinson (buyuten) dan Alzheimer (pikun). Dari
penelitian (Pakdhe) L. Fratiglioni di Swedia, ditemukan bahwa penyakit Alzhemeir
dan Parkinson lebih banyak timbul pada non perokok. Dadi wajar lek wong g
seneng rokok an iku pikun, tp g wajar lek wong sebal-sebul ae iku lalian,
berarti kurang akeh jatah e ngerokok (^_^v)
|
|
|
|
|
(2)
NIKOTIN
dapat menghambat kuman penyebab TBC. Penelitian yang dilakukan di UCF
(university of Central Florida menunjukkan bahwa nikotin dapat menghambat
pertumbuhan kuman TBC. Tapi TIDAK dianjurkan orang yang TELAH terkena TBC
untuk merokok, karena akan memperparah batuknya, isok-isok wong e melek an
terus, gak isok turu goro-goro watuk.
|
|
|
(3)
Perokok
ternyata lebih kuat terhadap serangan jantung dan stroke. Hal ini
dikarenakan dr asap rokok yang mengandung gas monooksida. Dimana gas
monooksida dalam jumlah KECIL dapat berfungsi sebagai penghambat pembekuan
darah sehingga stroke dan serangan jantung lebih sulit terjadi.
|
|
|
|
|
(4) NIKOTIN
(sekali lagi) dapat digunakan sebagai alternative pengobatan radang usus
(ulcerative colitis). Penelitian yang dilakukan masih tergolong baru,
sehingga tidak dapt disebutkan dengan pasti bagaimana nikotin dapat dijadikan
sebagai obat radang usus. Lek iki tugase poro ilmuwan seng enom-enom, opo
maneh ilmuwan seng senengane ngerokok, ben g digawe elek-elek an terus rokok
iku.
|
|
|
|
|
Sebenarnya masih cukup
banyak, fakta-fakta menarik dan positif tentang merokok yang saya temukan
selama googling. Namun dari sekian banyak, hanya beberapa diatas yang berani
saya tampilkan karena kebenerannya telah diuji di beberapa penelitian di
berbagai negara. Mungkin selanjutnya tugas para
pencinta rokok yang harus membuktikan bahwa tidak hanya keburukan namun juga
ada manfaat tersembunyi dari penciptaan rokok.
Akhirulkalam, saya menutup
tulisan ini dengan permintaan maaf atas berbagai kata yg (mungkin) tidak
berkenan dan penggunaan bahasa yg semrawut, mohon dimaklumi
Matursuwun
sanged
By
Riris_3G BAMers