Minggu, 27 Februari 2011

suara hati yang kau sakiti

Tak sadarkah kau, wahai para lelaki,,
Berapa banyak air yg menetes, karenamu
Tak sadarkah kau, kami makhluk yg sama,, yang melahirkanmu
Tak pernah ingin, mata ini menetes karenamu
Tak pernah minta, hati ini tersakiti olehmu
Namun, begitulah kodrat kami,,
Begitu lembut hati kami dibuatNya,
Begitu lemah raga ini diciptaNya,
Jangan kau marah, jika kami berontak, menggaungkan kata emansipasi,
Jangan kau salah artikan kata itu dengan kebebasan kami,
Kami hanya ingin dilindungi, seperti tugas yg diberikanNya untukmu,,
Kami hanya ingin disayangi, seperti sifat yg dibentukNya untukmu,,
Bukan tuk disakiti, bukan tuk disia-siakan,,
Kami tunduk pada sifat lemah kami, pada sifat lembut kami,,
Namun bukan berarti kami tunduk pada yang menyakiti kami,,
Sadar hati ini, salah membagi,,
Membagi hati yg seharusnya hanya untukNya
Membagi tetes air ini yang seharusnya milikNya
Namun sekali lagi, berat kami menolak,, anugrah cinta yg diberiNya,,
walau tahu, kan tersakiti lagi diri ini,,
Maaf akan lembut hati ini,,
Maaf akan lemah raga ini,,