Rabu, 14 Desember 2011

sayap tak terkembang

Sayap terkepak
Hadirkan warna dlm gelap
Bahkan pelangipun
Tak lebih mempesona

Semilir memanggil
Derunya membelai penuh manja
Menggoda tuk menari
Dalam panggung langit

Dingin terasa
Saat tersentuh sang besi
Jeruji mengelilingi
Penjarakan kebebasan

Memandang jauh kedepan
Pada angkasa raya
Yg tak kan pernah terjamah
Oleh sayap indah ini

Jumat, 28 Oktober 2011

arti kalian

Br Q sadari..
Arti kalian dlm hidupQ

Bukan sekedar
Figuran penambah peran

Kalian datang dalam diam..
Namun tak pernah membuatQ diam..

Selalu ada warna..
Dsetiap kehadiran kalian..

Tahukah kalian bosan yg Q rasa..
Hilang sekejap dtelan polah kalian..

BuatQ tertawa bahkan marah..
Tapi takkan pernah buatq menangis..

Karena kalian ada,.
Tuk merubah hidupQ..

Merubah impian..
Menjadi nyata dalam hidup..

Dan merubah hidup
Menjadi bermakna..

gelap

Gelap.. Tempat yang aku suka..
Karena disana hanya akan ada aku..
Tak peduli makhluk apapun disekitar..
Aku tak perlu melihatnya..
Karena dalam gelap..
Hanya aku yang terasa oleh inderaku..
Dengan gelap, aku akan sendiri..
Dan dengan sendiri, tak ada yang kan menyakitiku..

inginku

Bukan ku tak ingin,,
Sosok pangeran dg sgala kemewahannya
Bukan ku tak mau,,
Pribadi ksatria dg kegagahannya
Inginku hanyalah lelakiku,,
Lelaki yang mencuri hatiku dg caranya,, caranya yg indah dan berbeda,,

Bukan aq sang putri dalam kecantikannya,,
Bukan pula gadis kecil pemuja cinta
Aku adalah diriku,, berbeda dg caraku sendiri
Inginku dicintai,,
Inginku disayang,, bukan dg cara mereka,,
Karena aku bukan mereka,, karna aku adalah diriku,

dan lagi

Lagi,, kau datang masuki hariku
Paksa aq terima indahmu
Sekali lagi,, kau menyelusup dalam jiwaku
Patahkan jeruji penjaga hati
Lelah aq menolakmu
Lemah aq kan kuasamu
Bagai topan obrak-abrik hidupku
Bagai petir sambar langsung akal ini
Dan datanglah akhir
Saat sakit itu menerpa
Sebarkan kepingan hati pd jurang terdalam
Hingga remuk dan hancur yg tersisa
Bukan salahmu jika kau ada
Bawa bahagia nan duka
Bagai pisau bermata dua
Kau kembangkan hati hanya untuk kau hempaskan

dilema hati

by
ken arok feat nandhila

DILEMA HATI

memasuki satu sisi ruang kosong dihatimu
dia hanya cahaya yg lama kau anati
indah bagai purnama diantara remang bintang
jagalah ia tetap bersinar dihatimu
tak akan dia beranjak pergi meski engkau coba memamdamkan

tak kuasa jiwa menolak
cahaya yg datang sinari hati
walau hanya remang sekerlip bintang
namun padaya raga tak sanggup berpijak
pada kejam dunia tak berpihak


dia telah datang beri sinarnya
memberi terang waktu yg kan kau jalani
tak kn kuasa hati yg telah menyatu untuk menolak
jagalah cahaya itu meski dunia tak bersahabat


remang sinarnya terlawan panas mentari
tak kuasa bertahan dalam riuh keramaian
hanya bisa kusimpan pada kelamnya malam
hingga sang waktu beri kesempatan

Meski wujudnya terbayang saat gelap
akan kau rasa ketenangan yg dia berikan
tak akan kau takut akan panasnya sang surya
hanya kesejukan yg kau rasa
meski asa terus menghantui
yakinlah dia akan membawamu ke tempat terindah
lebih indah dari dunia khayalmu


tenang rasa jiwa saat cahayamu iringiku
sejak segarkan raga saat kau hembuskan deru kasihmu
damai tenangkan hati saat peluk hangatmu tegarkan diri
walau hanya pada malam aq menitipkanmu
walau hanya sang bintang penjagamu
cukuplah bagiku tuk awali pagi
hanya untuk kembali padamu malam nanti

Rabu, 27 Juli 2011

feelfeel

Senyum itu
Bak sinar pelangi
Berikan warna dalam hidupku

Renyah tawamu
Laksana hangat sang surya
Selimuti hati yg sendiri

Tajam tatap mata itu
Masuki jiwa ini
Buatku tak mampu berpaling

Hadirmu
Kacaukan duniaku
Munculkan rasa para pecinta

Sabtu, 23 Juli 2011

crita cinta part II

Mampukah hati ini
Trima satu lagi jiwa
Yg kan sakiti lagi

Mampukan bibir ini
Sunggingkan senyum
Setelah luka tertoreh lagi

Akankah kembali utuh
Kepingan hati yg hancur
Tanpa bekas

Akankah kembali terhias
Wajah ini dg senyum indah
Tanpa luka

Sabtu, 09 Juli 2011

tarian hujan

Hujanpun turun
Tetesi kering bumi dg sejuknya
Airmatapun menetes
Basahi rindu hati dg senyumnya

Bak penari dapatkan panggungnya
Berdiriku dlm tetes air langit
Tutupi sedih ini dg teriakan petir
Lantunkan tangisan hati dg simphoni alam

Sabtu, 18 Juni 2011

anugrah pagi

Sapaan pagi sang matahari buatku terbangun
Hanyutku nikmati senyum cerahnya
Ditemani sang angin yg menari lincah
Geraknya belai lembut kulit tubuhku

Tawa riang burung kecil riuh terdengar
Diiringi kepak sayap indah nan rupawan
Layaknya hiasan alam
Merekapun terbang nikmati anugrahNya

Tak terhingga udara kelilingiku
kuhirup dalam-dalam sarinya
Aliri tubuh mengisi jiwa
Buatku bersyukur kan adanya hidup

Riuh ramai pagi memanggil
Janjikan pelangi warna dlm kisahnya
Hidupkan bara akan semangat
tuk jadikan hari lebih mempesona

Arakan awan tutupi langit
berlarian menggoda kenari-kenari kecil
bercengkrama dalam teduhnya sang pagi
takkan indah terasa
bagi mereka yg tak bersyukur

Minggu, 05 Juni 2011

penantian

Resah jiwa dalam penantian
Lambungkan khayal akan hadirnya
Sang waktupun lelah temani
Tinggalkan sendiri dalam sunyi

Tangis hati dalam sepi
Berjuang tuk tetap tegar
Walau dunia tak lagi bersahabat
Tetapkan rasa tuk menunggu

Minggu, 27 Februari 2011

suara hati yang kau sakiti

Tak sadarkah kau, wahai para lelaki,,
Berapa banyak air yg menetes, karenamu
Tak sadarkah kau, kami makhluk yg sama,, yang melahirkanmu
Tak pernah ingin, mata ini menetes karenamu
Tak pernah minta, hati ini tersakiti olehmu
Namun, begitulah kodrat kami,,
Begitu lembut hati kami dibuatNya,
Begitu lemah raga ini diciptaNya,
Jangan kau marah, jika kami berontak, menggaungkan kata emansipasi,
Jangan kau salah artikan kata itu dengan kebebasan kami,
Kami hanya ingin dilindungi, seperti tugas yg diberikanNya untukmu,,
Kami hanya ingin disayangi, seperti sifat yg dibentukNya untukmu,,
Bukan tuk disakiti, bukan tuk disia-siakan,,
Kami tunduk pada sifat lemah kami, pada sifat lembut kami,,
Namun bukan berarti kami tunduk pada yang menyakiti kami,,
Sadar hati ini, salah membagi,,
Membagi hati yg seharusnya hanya untukNya
Membagi tetes air ini yang seharusnya milikNya
Namun sekali lagi, berat kami menolak,, anugrah cinta yg diberiNya,,
walau tahu, kan tersakiti lagi diri ini,,
Maaf akan lembut hati ini,,
Maaf akan lemah raga ini,,